Selasa, 15 September 2015

Filosofi Rokok,bahayanya dan cara penanggulanginya .


Hei, teman-teman saya yang perokok berat! Apakah anda berminat melakukan hal yang sama?

Gambar di atas merupakan daftar nomor 1 di Top 10 Bizarre Medical Treatments. Menarik sekali bukan? Lalu, saya membaca lebih lanjut. Tapi.., ya memang kemampuan berbahasa Inggris saya minim, jadi tidak semuanya saya pahami. Yang pasti, katanya seperti ini :

For centuries doctors prescribed smoking for a variety of ills and while this does still happen (though the doctor’s generally don’t want it publicized) the numbers of doctors who do this has become extremely small. Research with regard to neurological diseases, evidence suggests that the risk of developing Parkinson’s disease or Alzheimer’s disease might be 50% lower in smokers, compared to non-smokers. Nicotine has also been found to improve ADHD symptoms and appears to have effects in the brain that are similar to those of stimulants. Although such findings should certainly not encourage anyone to smoke, some studies are focusing on benefits of nicotine therapy in adults with ADHD. Recent studies suggest that smokers require less frequent repeated revascularization after percutaneous coronary intervention (PCI). Risk of ulcerative colitis has been frequently shown to be reduced by smokers on a dose-dependent basis; the effect is eliminated if the individual stops smoking.
Terlepas dari masalah bahwa rokok bisa menyembuhkan secara medis, saya mencoba menangkap permasalahan di mana rokok sering kali menjadi pelarian bagi orang-orang yang bermasalah. Bukan untuk yang sekedar gaya-gayaan atau apa deh alasan lain. Oh, dan tentu bukan dengan alasan konyol seperti ini, "Ngerokok tuh enak tau, manis-manis gimanaaa gitu."

Jadi, saya banyak menemui orang apatis (atau depresi) sebagai perokok berat. Dan beberapa saat lalu, ketika kebiasaan merokok saya kumat lagi, saya mencoba untuk membentuk suatu filosofi. Oh, atau mungkin pembelaan kepada diri sendiri untuk mempertahankan kebiasaan merokok.

Ketika menyalakan rokok, itu berarti mematik api. Ada api di sana. Ada yang dibakar. Dan bagi saya pribadi, membakar adalah hal yang cukup jarang dilakukan. Jangan kaitkan dengan masak-memasak. Sehingga, ada kesenangan pribadi ketika membakar sesuatu. Selama ini, saya ingin sekali mampu membakar foto, kertas, atau apa pun. Tapi tidak pernah bisa. Hanya batangan rokok yang berani saya bakar. Ah ya, meski memang aturan mainnya seperti itu.

Ketika menghisap rokok, saya seolah menelan semua apa yang saya pikirkan. Asap yang mencoba mengendap di antara relung, seolah mengambil kata-kata yang selalu ingin saya luapkan. Dan akhirnya, berkumpul. Pada kepul asap yang menghangatkan, memanaskan. Tutup mata bila ingin lebih menikmati.

Kemudian, hembuskan. Kata-kata yang mengepul dan menyimpul itu keluar. Tentu, dalam bentuk asap. Yang penting, semua seolah tersebut. Perasaan yang tidak ada pada sebutannya, bisa terbentuk dalam sekepul asap. Yang membumbung tinggi, memunculkan ingatan. Dan ketika tertiup angin yang lebih menang, asap menghilang. Pikiran menghilang. Perasaan lebih ringan. Otak lebih tenang.

Jangan merokok secara terburu-buru, karena itu hanya tambah merusak. Malah menjadi gelisah, dan tak ada manfaat yang bisa diambil.

Bermain rokok itu, ya hanya hisap-buang. Atau iseng mainkan dengan memutar-mutar. Dan bila anda seorang masohis, sekalian main sundut-menyundut. Itu sudah lain lagi filosofinya.

Ada rokok, pasti ada abu. Mungkin, abu rokok itulah bentuk konkrit dari, "Saya telah mengatakan apa yang saya inginkan." Lalu, ketika rokok dimatikan, abu harus dibuang benar-benar. Dengan menekannya, dan mari mulai kepada yang baru. Atau sudahi, bila merasa cukup.

Itu, filosofi saya pribadi. Dan sejujurnya, saya merokok pertama kali karena diajari kakak saya. Dan lambat laun, saya menggunakan bila banyak pikiran yang tersebut.

Lantas, kepada anda semua yang merokok dengan alasan banyak masalah atau sejenisnya, saya menerima pernyataan anda. Asal, anda menikmati indahnya seni merokok. Maka, mungkin saya akan beranggapan bahwa anda memiliki filosofi yang cukup sama dengan saya.

Saya tidak menganjurkan untuk merokok, atau memperbanyak frekuensi merokok. Karena yang harus diingat, secara fisik, rokok itu tidak cukup menyembuhkan. Yang penting, imbangi dengan kehidupan yang benar. Laksanakan hidup sehat, dan nodai hidup sehat itu dengan rokok.

Bahaya Merokok Bagi Kesehatan

Bahaya Rokok

Rokok dan Kematian

Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunannya. Survey Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap jam sekitar 46 orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan merokok di Indonesia.
Kebiasaan merokok sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia.  Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok. Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar risiko orang tersebut mendapat penyakit  saat tua.

Mengapa Rokok Berbahaya?

Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.  Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.

Bahaya Perokok Pasif

Perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Dokter Budhi Antariksa, Spesialis Paru dari Rumah Sakit Royal Taruma mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekitarnya.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan. “Namun karena perokok aktif sekaligus menjadi perokok pasif maka dengan sendirinya risiko perokok aktif jauh lebih besar daripada perokok pasif,”  ujar dr.Budhi Antariksa.
Selain itu, berbagai hasil penelitian juga menyimpulkan  perokok wanita berisiko 25 persen lebih tinggi daripada perokok pria. Perokok wanita memiliki risiko ganda terhadap penyakit jantung dan kanker paru-paru bila dibandingkan dengan perokok pria. Penyebabnya karena wanita memiliki berat badan dan saluran darah yang lebih kecil dari pria.
Bahaya merokok pada wanita antara lain: Merusak kulit, mengganggu sistem reproduksi, menganggu siklus menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri, menurunkan kesuburan, meningkatkan risiko terkena kanker payudara, rahim, dan kanker paru-paru, menganggu  pertumbuhan janin dalam rahim, menganggu kelancaran ASI, keguguran, hingga kematian janin.

Kiat Berhenti Merokok

  1. Niatlah sungguh-sungguh bahwa Anda berhenti merokok
  2. Umumkan pada orang-orang di sekitar bahwa Anda akan berhenti merokok dan mintalahdukungan mereka.
  3. Jauhilah lingkungan para perokok.
  4. Carilah aktivitas yang berguna bagi tubuh
  5. Bawalah selalu permen kemanpun Anda pergi.
Rokok merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang dapat dicegah. Sebelum terlambat, berhentilah merokok demi diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar